Go to top of page

What is academic integrity? (Indonesian) – Apa itu integritas akademik?

Memahami integritas akademik

 Apa itu integritas akademik?

Integritas akademik

Integritas akademik adalah:

“guru, siswa, peneliti dan semua anggota civitas akademika diharapkan bertindak dengan: kejujuran, kepercayaan, keadilan, rasa hormat dan tanggung jawab.”

Melanggar integritas akademik juga dikenal sebagai 'kecurangan akademik' atau 'ketidakjujuran akademik'.

Semua siswa pendidikan tinggi Australia diharapkan untuk menjunjung tinggi integritas akademik selama masa studi mereka. Cara penting untuk menegakkan integritas akademik adalah dengan menghubungi guru atau sekolah jika Anda mengalami masalah belajar dan bekerja sama untuk mencari solusi.

Dari penelitian dan pembelajaran, Anda diharapkan mendapatkan pengetahuan setelah lulus. Tetapi jika Anda melakukan kecurangan maka Anda melewatkan ilmu pengetahuan dan praktik profesional penting yang Anda butuhkan dalam mendapatkan pekerjaan di masa depan.

Melindungi reputasi Anda

Siswa menjadi bagian dari komunitas belajar ketika mereka belajar. Tindakan yang merusak integritas akademik pembelajaran atau institusi dapat memengaruhi reputasi Anda di masa depan. Misalnya, jika Anda ketahuan melakukan kecurangan selama studi, badan profesional dapat menolak untuk mengakreditasi Anda.

Menghindari pelaku kejahatan

Menjaga integritas akademik juga melindungi Anda dari pelaku kejahatan.

Layanan kecurangan akademik adalah ilegal di Australia.

Siswa yang menggunakan layanan kecurangan akademik ilegal untuk membeli esai, catatan belajar atau meminta seseorang untuk menggantikannya dalam ujian juga dapat menghadapi risiko pemerasan. Penyedia layanan kecurangan akademik ilegal dapat mengancam untuk menginformasikan universitas atau calon atasan siswa mengenai kecurangan yang siswa lakukan kecuali mereka membayar uang dengan jumlah besar – terkadang beberapa tahun setelah siswa melakukan kecurangan.

Perilaku yang mendukung integritas akademik

Tick mark in jigsaw piece

Anda dapat mendukung integritas akademik dengan1:

  • menyebutkan dari mana asal informasi yang Anda gunakan, dengan jelas mengutip atau merujuk sumbernya
  • mengerjakan ujian dan tugas Anda sendiri
  • membuat laporan penelitian secara akurat dan mematuhi kebijakan penelitian
  • menggunakan informasi secara tepat, sesuai dengan undang-undang hak cipta dan privasi
  • bertindak secara etis atau melakukan 'hal yang benar', bahkan ketika Anda sedang menghadapi kesulitan.

Jika Anda mengalami masalah yang dapat memengaruhi kinerja akademik Anda, hal terbaik yang dapat Anda lakukan adalah berkonsultasi kepada dosen atau tutor atau koordinator tempat Anda belajar. 

Perilaku yang merusak integritas akademik

Cross mark in jigsaw piece

Berbagai perilaku siswa dapat merusak integritas akademik. Terkadang, siswa dengan keliru menganggap bahwa perilaku ini merupakan hal yang biasa atau tidak menimbulkan konsekuensi. Ini adalah pemahaman yang salah. Sanksi substansial dapat berlaku untuk pelanggaran integritas akademik (lihat Sanksi untuk pelanggaran integritas akademik di bawah ini untuk informasi lebih lanjut).

Perilaku yang merusak atau melanggar integritas akademik meliputi2

Plagiarisme

Mengirimkan karya yang bukan milik Anda tanpa menyebutkan, mengutip, atau merujuk sumber asli karya tersebut merupakan tindakan plagiarisme. Tidak peduli apakah Anda melakukan plagiarisme secara tidak sengaja atau sengaja, apakah Anda mengubah kata-kata sehingga tampak seperti hasil karya Anda sendiri atau hanya menyalin dan menempel bagian dari karya tersebut. Bila Anda menggunakan gagasan dan ide-ide orang lain, Anda harus membuat referensi bahan sumber.

Mendaur ulang atau mengumpulkan kembali hasil karya

Daur ulang hasil karya melibatkan pengumpulan (atau pengumpulan ulang) hasil karya yang sudah dinilai, tanpa persetujuan dari guru Anda. Misalnya, mengumpulkan laporan Anda yang sudah dinilai di kelas tahun pertama sebagai bagian dari hasil karya Anda di kelas tahun ketiga. Jika Anda ingin mengambil dari hasil karya Anda di tahun sebelumnya, Anda harus mendiskusikan hal ini terlebih dahulu dengan guru Anda.

Mengarang informasi

Mengarang informasi dengan cara membuat informasi yang tidak benar untuk tugas penilaian yang berfokus pada penelitian, seperti data eksperimen atau wawancara. Ini juga dapat mencakup penemuan sumber data, bukti, atau ide dengan mengutip publikasi yang tidak benar atau tidak ada.

Kolusi

Kolusi melibatkan adanya kerja sama ilegal antara satu siswa dengan yang lainnya dalam menyelesaikan pekerjaan untuk penilaian. Hal ini berbeda dengan mengerjakan tugas kelompok yang telah ditetapkan/diatur oleh guru Anda. Contoh kerja sama ilegal meliputi bekerja dengan teman atau sekelompok teman untuk menulis esai atau laporan yang dimaksudkan sebagai karya individu. Termasuk juga membagikan pertanyaan kuis atau tes dan jawaban kepada siswa lain, serta tugas tertulis seperti laporan dan esai. Kerja sama illegal ini dapat memberikan keuntungan kepada satu atau sekelompok siswa dengan cara tidak adil. Siswa tidak diperbolehkan berbagi pekerjaannya dengan orang lain karena akan menimbulkan risiko bahwa orang tersebut bisa mengunggah pekerjaan Anda ke layanan kecurangan akademik komersial ilegal atau mengedarkannya kepada orang lain.

Kecurangan dalam ujian

Kecurangan dalam ujian meliputi:

  • membuat 'kertas contekan' dan menulisnya di tubuh Anda atau benda-benda yang diperbolehkan dibawa ke dalam ruang ujian
  • menyalin dari siswa lain
  • berkomunikasi dengan siswa lain atau orang di luar tempat ujian saat ujian sedang berlangsung
  • menggunakan perangkat elektronik untuk mengakses informasi yang terkait dengan ujian saat sedang berlangsung
  • membawa barang-barang yang dilarang, seperti kalkulator atau buku pelajaran yang tidak diperbolehkan saat ujian.

Kecurangan akademik kontrak dan peniruan identitas

Kecurangan akademik kontrak adalah bentuk kecurangan akademik komersial yang ilegal. Ini termasuk meminta orang lain menyelesaikan sebagian atau seluruh pekerjaan Anda dan kemudian mengumpulkan pekerjaan tersebut seolah-olah Anda yang mengerjakan sendiri. Ini termasuk meminta orang lain untuk mengikuti ujian, atau menulis esai, laporan, atau jenis tugas lain yang terkadang disebut sebagai ‘penulis bayangan’ ('ghost-writing').

Pelanggaran integritas akademik juga mencakup tindakan yang mendukung layanan kecurangan akademik kontrak ilegal. Diantaranya siswa mengunggah materi pembelajaran seperti ujian praktek, slide kuliah, dan soal-soal tugas ke dalam ‘catatan belajar’.

Sanksi atas pelanggaran integritas akademik

Penalties icon

Siswa dapat dikenai sanksi karena melanggar integritas akademik yang biasa disebut sebagai ‘pelanggaran akademik’ atau ‘penipuan akademik’. Banyak yang menganggap bahwa siswa jarang tertangkap saat melakukan pelanggaran. Namun, penelitian menunjukkan bahwa guru dan institusi dapat mengidentifikasi pelanggaran integritas akademik, dan siswa yang melakukan pelanggaran dapat tertangkap3. Cara-cara untuk menangkap kecurangan akademik semakin hari semakin lebih maju.

Sanki atas pelanggaran integritas akademik dapat mencakup:

  • wajib mengulang tugas penilaian atau unit studi (mata kuliah)
  • gagal dalam tugas penilaian, unit studi atau bimbingan belajar
  • dikeluarkan dari institusi Anda, di mana dapat memengaruhi visa pelajar Anda
  • dikenai tuntutan pidana. 

Selain mendapatkan risiko sanksi akademik atau pidana, pelanggaran integritas akademik juga dapat memengaruhi hubungan Anda dengan siswa lain, keluarga, serta teman Anda, memengaruhi karir Anda di masa depan dan menyebabkan kerugian finansial dan kehilangan visa pelajar.

Mendapatkan bantuan

Help icon

Jika Anda memiliki pertanyaan mengenai integritas akademik, atau jika Anda memerlukan saran atau dukungan mengenai keterampilan belajar Anda, konsultasikan dengan institusi Anda. Guru atau koordinator tempat Anda belajar merupakan pihak yang tepat untuk memulai konsultasi.

Jika Anda dicurigai melakukan pelanggaran integritas akademik, Anda harus menangani masalah ini dengan serius. Institusi Anda pasti memiliki kebijakan dan prosedur yang jelas terkait tindakan disipliner, pengaduan, dan banding. Anda wajib membaca kebijakan ini. Juga, jika institusi Anda memiliki himpunan mahasiswa, Anda dapat meminta layanan advokasi dan dukungan dari organisasi tersebut.

Di bagian selanjutnya (Mengidentifikasi, menghindari, dan melaporkan layanan kecurangan akademik ilegal), menjelaskan mengapa Anda harus menghindari tawaran bantuan dari situs web atau layanan-layanan yang diiklankan di media sosial dikarenakan adanya kemungkinan bahwa layanan tersebut merupakan layanan kecurangan akademik ilegal.

Catatan

  1. Definisi diadaptasi dari materi yang dikembangkan oleh La Trobe University.
  2. Definisi diadaptasi dari materi yang dikembangkan oleh The University of Sydney.
  3. Dawson, P. & Sutherland-Smith, W. (2017). Can markers detect contract cheating? Results from a pilot study, Assessment and Evaluation in Higher Education [Dapatkah Penilai Akademik Mendeteksi Kecurangan Akademik Kontrak? Hasil studi percontohan, Penilaian dan Evaluasi di Lembaga Pendidikan Tinggi].